Trading dan Investasi
ad1
Zona Dewasa
Pengaruh Generasi Z dalam Menyambut Pemilu 2024
Siska Lihe
Oktober 03, 2023
![]() |
| Sumber foto: pixabay |
Menyambut pemilu 2024 sekarang sudah mulai memanas. Pesta politik ini jadi momentum juga bagi anak muda untuk menggunakan hak suaranya. Kaum muda turut serta dalam dinamika pemilu yang sedang ramai dibicarakan, karena tinggal menghitung bulan saja kita sudah merayakan pemilu serentak 2024.
Semenjak adanya diskusi adu gagasan Bacapres dengan Mata Najwa, generasi milenial dan Z sangat antusias mempersiapkan diri menyambut pemilu 2004. Terlihat banyaknya pertanyaan dari kalangan anak muda.
Isu yang dilemparkan juga sangat related dengan generasi milenial dan Z. Isu terhadap lingkungan, kesehatan mental dan isu-isu yang sedang marak dibicarakan hingga sepak bola.
Pasalnya pemilu tahun 2024 ini didominasi oleh generasi milenial dan Z. Berdasarkan data KPU, ada sebanyak 204,8 juta jiwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2024. Sebanyak 56% pemilih muda, yang artinya sudah melebihi jumlah dari DPT.
Jumlah pemilih milenial dan Gen Z ini sebanyak 113,6 juta. Pemilih milenial sebanyak 66,8 juta dan Gen Z 46,8 juta. Itu artinya suara dari kalangan anak muda sangat berpengaruh dalam menyambut pemilu 2024.
Selain itu, para calon juga lagi cari perhatian nih sama generasi yang satu ini. Seberapa besar sih peran generasi anak muda bagi pemilu 2024?
Jumlah pemilih milenial dan Gen Z ini sebanyak 113,6 juta. Pemilih milenial sebanyak 66,8 juta dan Gen Z 46,8 juta. Itu artinya suara dari kalangan anak muda sangat berpengaruh dalam menyambut pemilu 2024.
Selain itu, para calon juga lagi cari perhatian nih sama generasi yang satu ini. Seberapa besar sih peran generasi anak muda bagi pemilu 2024?
Peran Generasi Milenial dalam Pemilu 2004
Bulan Februari 2024 kita sudah mulai memilih calon presiden, calon DPR, DPRD, di seluruh kota di Indonesia. Waktu yang singkat sebetulnya untuk membicarakan gagasan untuk 5 tahun kedepan. Nasib bangsa ini ditentukan beberapa bulan lagi.![]() |
| Sumber: kpu.go.id |
Generasi Z dalam pemilu 2024 ini sangat kritis dan terbuka untuk diskusi. Generasi muda senang diskusi dan lebih banyak melemparkan isu melalui media sosial. Makanya nih sekarang banyak calon-calon yang lagi cari perhatian anak muda lewat media sosial, hehe.
Bisa dibilang tahun ini adalah tahun politik generasi Gen Z. Tidak heran jika Kalangan muda ini sangat menentukan dalam pemilu 2024. Hal yang paling menonjol adalah karakteristik Gen Z yang melek dan menguasai teknologi dan mudah mendapatkan informasi dari berbagai platform media sosial.
Namun, hal tersebut bisa menjadi kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya kita bisa cari tahu rekam jejak calon presiden 2024. Kekurangannya, banyak beredarnya berita hoax.
Bisa dibilang tahun ini adalah tahun politik generasi Gen Z. Tidak heran jika Kalangan muda ini sangat menentukan dalam pemilu 2024. Hal yang paling menonjol adalah karakteristik Gen Z yang melek dan menguasai teknologi dan mudah mendapatkan informasi dari berbagai platform media sosial.
Namun, hal tersebut bisa menjadi kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya kita bisa cari tahu rekam jejak calon presiden 2024. Kekurangannya, banyak beredarnya berita hoax.
Sebelum kita menyebarkan berita, cek dulu kebenaran informasinya ya, karena rawan banget saat pemilu banyak berita hoax yang beredar. Sebagai generasi milenial tentunya kita bisa lebih bijak lagi.
Generasi Z ini sudah sangat transparan dan kritik soal politik. Tinggal dukung saja, jangan sampai diadu domba. Maka, sebagai generasi milenial dan Z sebaiknya kita menggunakan hak suara kita dengan pertimbangan yang matang demi terwujudnya pemerintahan yang sehat dan juga transparan.
Sebagai generasi digital, serta peran generasi milenial dalam pemilu, kita bisa mulai langkah-langkah untuk mempersiapkan pemilu sebagai berikut:
Generasi Z ini sudah sangat transparan dan kritik soal politik. Tinggal dukung saja, jangan sampai diadu domba. Maka, sebagai generasi milenial dan Z sebaiknya kita menggunakan hak suara kita dengan pertimbangan yang matang demi terwujudnya pemerintahan yang sehat dan juga transparan.
Cara Generasi Milenial Mempersiapkan Pemilu 2024
Pada pemilu 2024 nanti, Gen Z yang sudah memenuhi syarat pemilih dikategorikan sebagai pemilih pemula. Jadi, di setiap daerah berpotensi munculnya pemilih baru dalam pemilu 2024.
Seharusnya Gen Z ini diberi pendidikan politik dan pemahaman tentang politik agar tidak hanya menggunakan suaranya, tapi juga cerdas dalam berpolitik. Tapi, Gen Z ini ternyata sudah melek politik karena mendapatkan informasi dari media sosial.
Untungnya ada banyak media yang selalu update perihal pemilu 2024. Meskipun, kredibilitas media sendiri seringkali diragukan karena adanya keberpihakan, tidak apa-apa kita sendiri bisa compare mana yang mengedukasi dan tidak.
Dilansir dari YouTube Mata Najwa, bisa disimpulkan bahwa yang ditanyakan anak muda saat itu kepada tiga Bacapres adalah tentang Kebebasan Berpendapat, Ketahanan Pangan, Kesejahteraan, Pendidikan, Penegakan Hukum dan Lingkungan.
Acara yang berlangsung selama 6 jam di Universitas Gajah Mada itu bisa kita jadikan salah satu referensi untuk melihat gagasannya. Kalangan anak muda tentunya menyukai pemimpin yang berintegritas dan antikorupsi.
![]() |
| Sumber: pixabay |
1. Pastikan Terdaftar di KPU.
Cek di google dengan mengetik "Daftar Pemilih Tetap KPU", lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan kita. Disana kita bisa mengecek apakah kita sudah punya hak suara atau belum. Jika terjadi error atau ada kesalahan segera betulkan dari sekarang.
2. Cari Tahu tentang Calon Presiden
Generasi Gen Z sudah bukan lagi generasi yang golput. Generasi muda ini justru kritis terhadap pemerintahan. Antusias politik generasi kami terbilang cukup tinggi.
Generasi Z lebih suka pemimpin yang sederhana dan merakyat. Jujur aku sendiri suka pemimpin yang luwes menggunakan sosial. Maka sebaiknya kita juga gunakan kemudahan informasi ini untuk mencari tahu rekam jejaknya dan gagasannya apakah konsisten atau berubah.
Untuk menilai kedepannya kita bisa catat gagasan apa yang ditawarkan, lalu jika terpilih kita bisa compare dengan gagasannya saat kampanye, apakah terealisasi atau tidak. Jadi, ketika ada pihak yang tidak bertanggungjawab mencoba mempengaruhi, kita tetap independen dan komitmen.
3. Gunakan Hak Suara Kita
Ingatkan teman atau sodara jangan sampai kena hoax pemilu. Kalau tidak yakin sama calonnya, setidaknya kita bisa mencegah calon yang buruk untuk jadi presiden.
Dari ketiga Bacapres ini mungkin masih belum bisa menarik hati kamu. Misalkan, suka gagasannya tapi tidak suka partai pengusungnya, gagasannya kurang cocok, atau tidak ada ketertarikan sama sekali.
Harapannya sebagai kelompok pemilih pemuda, bisa turut serta memberikan warna dalam politik Indonesia dan bisa memilih calon pemimpin yang baik untuk 5 tahun Indonesia.
Kesimpulan
Generasi Z dan milenial mendominasi demografi politik di Indonesia. Generasi Z dan milenial lebih melek literasi politik karena mereka hidup di dunia digital yang bisa mengakses banyak informasi terkait rekam jejak calon presiden.
Generasi Z justru menyukai diskusi dan transparansi. Diharapkan suara Gen Z bisa memilih calon presiden yang yang baik.
Yuk, persiapkan dirimu dari sekarang dan sebisa mungkin jangan golput ya!



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...