Trading dan Investasi
ad1
Zona Dewasa
Ketahui Lima Fase Perkembangan Anak
Siska Lihe
Mei 24, 2024
Peran orang tua sangat penting untuk proses tumbuh kembang tersebut. Orang tua perlu memahami bagaimana proses tahapan perkembangan anak.
Lima Fase Perkembangan Anak
Perkembangan anak mengacu pada seiring berjalannya waktu. Setiap anak juga punya kecepatan yang berbeda dengan anak yang lain.Pertumbuhan dan perkembangan anak bisa dilihat dari empat bidang, yaitu fisik, kognitif, sosial-emosional dan bahasa.
1. Bayi Baru Lahir (Newborn usia 0-3 bulan)
Bayi baru lahir menunjukkan responnya dengan tersenyum dan menangis. Menangis adalah cara ia berkomunikasi. Bayi lapar, ingin buang air kecil atau tidak nyaman ia akan menangis.Itulah yang bikin aku bingung juga saat pertama kali punya newborn. Bingung harus bagaimana mengatasinya karena kan bayi baru lahir belum bisa bicara. Tapi, lama-lama terbiasa juga, hehe.
Ia juga bisa merasakan sentuhan kita. Bila kita mengusap pipinya lembut di sebelah kiri, maka ia akan bergerak ke sebelah kiri tempat pipinya di sentuh.
2. Bayi Infant (3-12 bulan)
Pada usia 3 bulan hingga 1 tahun bayi menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dengan capat. Terlihat dari berat badannya yang naik dengan cepat.Mengalami peningkatan berat badan 5000-1000 gram. Aqlan pernah sampai naik 2kg. Giliran sudah lewat 2 tahun, mau naik berat badan kok rasanya susah sekali. Pernah berturut-turut selalu di angka yang sama sampai konsultasi ke dokter.
Bunda juga jangan lupa pantau pertumbuhannya ya. Berat badan anak juga berpengaruh terhadap perkembangannya.
Usia 6 bulan ia sudah bisa duduk dan mulai guling kanan, kiri dan merangkak. Ia sudah bisa menoleh ketika dipanggil namanya.
Usia 6 bulan ia sudah bisa duduk dan mulai guling kanan, kiri dan merangkak. Ia sudah bisa menoleh ketika dipanggil namanya.
3. Balita (Toodler 1- 3 Tahun)
Pada usia 1 tahun anak sedang berlatih berjalan atau malah ada yang sudah bisa berjalan. Aqlan sendiri sudah bisa berjalan tepat di usianya 1 tahun.Sudah bisa memegang pensil, dan mencoretnya, menggunakan gunting dan menyusun balok. Senang banyak melakukan aktivitas fisik seperti melompat dan naik-naik ke kursi atau tangga.
Usia 1-3 tahun juga masa-masa anak mulai senang berinteraksi dengan temannya. Meski begitu, hingga usia 3 tahun ini Aqlan juga senang bermain sendiri. Bermain sendiri juga bisa melatih fokus dan konsentrasinya.
Tahap ini penting, namun jika ada kekhawatiran bisa melakukan skrining autisme.
Hal tersebut bantu anak mempersiapkan sekolah. Berapa lucunya ya membayangkan anak bayi baru lahir sudah mau sekolah aja, hehe.
Usia 1-3 tahun juga masa-masa anak mulai senang berinteraksi dengan temannya. Meski begitu, hingga usia 3 tahun ini Aqlan juga senang bermain sendiri. Bermain sendiri juga bisa melatih fokus dan konsentrasinya.
Tahap ini penting, namun jika ada kekhawatiran bisa melakukan skrining autisme.
4. Usia Prasekolah (preschool 3-4 tahun)
Usia 3-4 tahun mereka sudah bisa mengasah keterampilan mereka seperti memakan baju sendiri, menggambar dan menulis.Hal tersebut bantu anak mempersiapkan sekolah. Berapa lucunya ya membayangkan anak bayi baru lahir sudah mau sekolah aja, hehe.
Gangguan pada tahap ini adalah cerebral palsy, sudah mulai terlihat jika mengalami gangguan.
5. Usia Sekolah (school age 4-5 tahun)
Anak tumbuh lebih percaya diri dan mandiri. Mulai saling berinteraksi dengan teman-temannya. Baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Gangguan ADHD bisa terjadi pada usia ini.Cara Mengoptimalkan Perkembangan Anak
Penting sekali untuk kita mengoptimalkan perkembangan anak agar tidak terjadi hal yang dikhawatirkan.1. Memberikan Nutrisi yang Cukup
Anak yang memiliki pola makan seimbang dan tepat akan membantu proses tumbuh kembangnya. Tidak asal makan banyak, tapi perhatikan juga nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya.Pastikan mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan lemak yang cukup untuk membuatnya tetap sehat dan kuat selama beraktivitas. Kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhannya yang akan berpengaruh juga terhadap perkembangan kognitif dan motoriknya.
2. Memberikan Stimulasi pada Anak
Mengenalkan berbagai macam aktivitas yang merangsang kognitif dan motoriknya dengan mengajaknya berbicara dan berdiskusi tentang suatu hal.Meskipun Aqlan belum bisa mengayuh sepeda tetapi ia mau terus belajar. Proses belajar itulah juga sangat penting bagi anak.
3. Berinteraksi dengan Orang Lain
Ternyata berinteraksi dengan orang lain bisa bantu tumbuh kembangnya menjadi optimal loh. Hal yang mungkin kita anggap sepele.Makanya aku selalu penuhi kebutuhan Aqlan yang selalu ingin main di luar bersama temannya. Anak juga tidak baik jika terlalu lama di dalam rumah. Anak butuh berinteraksi sosial dengan temannya.
Melalui temannya anak bisa belajar berbagai dan menangani emosi ketika bertengkar atau disakiti oleh temannya. Kita bisa ajarkan bagaimana reaksi anak seharusnya jika dihadapkan pada emosi yang tidak menyenangkan.
4. Jaga Lingkungan agar Tetap Sehat
Lingkungan yang sehat dan aman ini penting banget menurutku. Meskipun aku sedang sakit, mengepel rumah adalah hal paling prioritas karena anak banyak aktivitas di lantai.Kalau tidak sanggup biasanya aku delegasikan ke suami, hehe. Kalau lingkungan kotor anak tidak akan nyaman bermain di rumah dan akan membuat bakteri bermunculan yang bisa menimbulkan penyakit.
Jika penyakit hinggap pada tubuh anak, salah satu yang akan menghambat perkembangannya.
Perhatikan juga lingkungan bermain anak, apakah aman atau tidak.
5. Mendukung Kegiatan Anak
Aku tipikal orang tua yang fleksibel dalam melakukan parenting. Membiarkan anak melakukan hal yang ia suka tentunya dalam pengawasan.Membiarkan anak naik-naik ke kursi. Kalau orang lain lihat biasanya akan khawatir dan teriak-teriak panik karena khawatir jatuh. Padahal jatuh juga tidak, anak jadi kaget sama teriakan kita.
Justru dari naik-naik kursi itu anak jadi kreatif. Loh kok bisa? Iyaaa, jadi aku sering perhatikan Aqlan kalau naik kursi. Dia susun dari mulai kursi yang kecil, sedang hingga tinggi. Ohhh mungkin mau dibuatkan tangga, kataku dalam hati.
Dia naik satu-satu sambil mengatakan berhasil. Banyak tingkah laku anak usia 3 tahun yang bikin aku amaze, padahal setiap hari sama Aqlan terus.
Kesimpulan
Lima fase perkembangan anak perlu dioptimalkan dengan baik agar tercapainya perkembangan yang optimal.Selalu dukung kegiatan anak dan pantau terus aktivitasnya. Tidak lupa juga melakukan skrining dalam tahap pertumbuhan karena tumbuh kembang anak saling berkaitan.
Yuk sharing pengalaman Ayah dan Bunda dalam fase perkembangan anak. Baca juga artikel selanjutnya tentang keterlambatan bicara pada anak 3 tahun.
Referensi:
https://blog.wecare.id/2023/09/5-tahap-tumbuh-kembang-anak-yang-penting-diketahui/
https://www.halodoc.com/artikel/ibu-harus-tahu-ini-5-tips-agar-tumbuh-kembang-anak-berjalan-optimal



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...