Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

Harus Lebih Teliti, Ini Tips Memilih Obat Demam Anak yang Tepat!

Memilih obat untuk anak

“Jangan kaget ya Kak, nanti kalau habis imunisasi anak jadi demam. Terus jangan kaget juga kalau nanti anak tiba-tiba demam."
Aku masih ingat nasehat-nasehat yang diberikan oleh Mama ketika aku sudah melahirkan. Aku ditemani Mama selama satu minggu, selebihnya aku dan suami yang mengurus anak berdua.

Mama selalu mengingatkan aku jangan panik jika tiba-tiba anak mengalami demam, atau sehabis imunisasi anak menjadi demam. Segera tangani dengan memberikan obat penurun demam yang tepat bagi anak.


Tips Memilih Obat Demam untuk Anak

Sebagai ibu baru, saat itu aku bingung bagaimana caranya aku memilih obat yang tepat untuk anak? Obat demam seperti apa yang harus aku berikan untuk anak? Aku takut salah karena belum ada pengalaman.

Lantas segera aku mencari tahu apa yang harus aku lakukan jika anak mengalami demam. Suami juga turut membantu dengan bertanya kepada Apoteker saat membeli obat. Berdasarkan pengalamanku memberikan obat untuk anak, ada beberapa hal yang aku lakukan.

1. Memberikan Obat Berdasarkan Usia

Agar penggunaannya aman dan efektif, obat perlu disesuaikan dengan dosis berdasarkan usia. Jika diharuskan dengan ½ sendok, maka ikuti arahannya. Menggunakan sendok takar yang sudah disediakan dari apotek.

Jika masih bayi disediakan pipet dan jika sudah 1 tahun ke atas sudah menggunakan sendok. Aqlan termasuk anak yang susah sekali minum obat, jadi sampai 1 tahun masih menggunakan pipet. 

Alhamdulillah di usia 3 tahun sudah tidak drama lagi kalau mau minum obat. Justru anaknya sendiri yang meminta minum obat. Sebaiknya tidak menggunakan sendok makan agar tidak kelebihan dosis. 

2. Pilih Obat yang Sudah Terdaftar di BPOM

Sempat beredar berita kalau ada banyak obat penurun demam anak yang selama ini dikonsumsi sebenarnya tidak terdaftar BPOM dan justru tidak layak dikonsumsi. Sebagai orang tua tentu saja aku panik. 

Aku merasa bersalah, jangan-jangan obat yang aku berikan selama ini tidak terdaftar di BPOM. Belajar dari kasus tersebut, setiap mau memberikan obat pada anak selalu cek BPOM.

Caranya mudah, Bunda bisa mengeceknya di website resmi BOM. Nomor registrasi BPOM biasanya tercantum pada kemasan obat. Setelah dicek, nanti sksn muncul beberapa informasi terkait obat.

3. Melihat Efek Samping Obat

Di kemasan obat juga tertera informasi detail efek samping penggunaan obat. Perhatikan dengan teliti penggunaan obat pada anak.

Biasanya ada kandungan obat yang tidak bisa diminum dalam satu waktu. Tanyakan pada apoteker tempat Bunda membeli obat jika anak sedang meminum obat yang lain.

4. Berikan Sesuai Dosis

Menggunakan obat secara berlebihan atau jangka waktu yang lama tidak baik bagi anak. Jika sudah membuka obat dan menyimpannya terlalu lama, sebaiknya tidak diberikan lagi pada anak.

Bunga obat jika sudah terlalu lama disimpan atau sudah kadaluarsa. Bidan di Posyandu pernah berkata kalau obat yang sudah dibuka, 1 minggu sudah tidak efektif lagi diberikan pada anak. 

5. Membeli Obat di Apotek Resmi 

Jangan sembarang membeli obat. Membeli obat sebaiknya di apotek yang resmi. Membeli obat yang sembarang merupakan tindakan yang tidak legal. 

Alhamdulillah obat juga semakin berkembang karena adanya peran ahli Farmasi untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat Indonesia yang tergabung dalam sebuah organisasi. 

Peran Farmasi dalam Mengoptimalkan Kesehatan Masyarakat Indonesia melalui PAFI

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia

Farmasi merupakan bagian dari ilmu kesehatan yang sangat penting perannya dalam menyongsong Indonesia sehat. Farmasi betugas dalam penyediaan obat-obatan, memastikan keamanannya, serta memberikan informasi tentang obat-obatan.

Farmasi juga terlibat dalam pengembangan obat, terkait produksi obat dan pengujiannya. Memberikan informasi tentang obat. Makanya, setiap membeli obat di apotek, tanyakan saja pada apoteker obat demam yang tepat untuk anak atau hal lain yang ingin kita ketahui.

Tanpa peran farmasi, mungkin kesehatan Indonesia sekarang masih tertinggal dan obat-obatan tidak berkembang. Tidak sendirian, ahli Farmasi juga tergabung dalam sebuah organisasi bernama PAFI. PAFI sudah tersebar di wilayah Indonesia, salah satunya pafikablumajang.

PAFI adalah Organisasi Persatuan Ahli Farmasi. PAFI sudah ada sejak kemerdekaan. Selama itu, PAFI sudah berjuang membangun negeri melalui bidang kesehatan.

Pada tanggal 13 Februari 1946, dibentuklah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga kesehatan di bidang farmasi. 

Sungguh membanggakan ada Organisasi PAFI sesuai dengan tujuan PAFI dalam mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi di Indonesia. Semangat terus yaa ahli Farmasi di Indonesia!

Kesimpulan 

Tidak perlu panik jika anak tiba-tiba panas. Perhatikan dengan teliti saat memilih obat demam yang tepat untuk anak.

Jangan ragu tanyakan pada ahli farmasi mengenai obat yang akan anak kita berikan pada anak. Adanya PAFI bantu mengoptimalkan kesehatan masyarakat dan mengedukasi masyarakat mengenai obat. 




Referensi:
  
https://www.alodokter.com/cara-memilih-obat-sirup-demam-anak-dan-kapan-obat-perlu-diberikan

https://biogesic.co.id/parenting/5-tips-memilih-obat-demam-untuk-anak

https://panduanbunda.com/articles/index/8-tips-memilih-obat-sirup-yang-aman-dan-cara-menggunakannya-dengan-benar

https://www.liputan6.com/hot/read/5248202/farmasi-adalah-ilmu-tentang-obat-ketahui-peran-dan-lingkup-kajiannya

https://antarannews.com/pentingnya-peran-farmasi-bagi-kesehatan-di-indonesia/

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe