Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

Toko Mainan Anak di Karawang

Mainan anak lengkap

Semenjak jadi ibu, rasanya kalau melihat barang anak yang lucu, entah itu mainan, baju atau peralatan bayi rasanya pengen beli aja. Dengan dalih ingin menyenangkan hati anak, kebutuhan anak pun jadi prioritas utama. Aah...yang penting skincare anak dulu, skincare ibunya bisa belakangan.

Duh, susahnya menahan itu semua, tapi aku belajar untuk tidak bersikap implusive, yang justru tidak baik untuk karakter dan masa depannya. Mengutamakan keinginan daripada kebutuhan tentu salah karena kebutuhan bukan hanya anak saja, kebutuhan keluarga tentu yang utama. 

Ada hal yang menjadi prioritas ketika sudah berkeluarga dan memiliki anak. Bukan lagi perihal tentang lucu dan imut saja. Sebelum membeli mainan anak, sebaiknya kita bijak dalam membelinya.


Bijak Membeli Mainan Anak 

Waku awal-awal aku sangat excited membelikan anak mainan. Padahal sebetulnya anak belum terlalu butuh mainan. Anak bayi lebih membutuhkan orang tuanya untuk bermain daripada dengan mainan itu sendiri.

Menurut Ibu Elly Rusman, S.Psi seorang psikolog bahwa jumlah mainan yang diberikan untuk anak sesuai usianya dijumlahkan dengan dua. Jika usianya 3 tahun maka, mainan yang dimiliki anka sebanyak 5 yang diberikan secara bergiliran.

Namun, kenyataannya entah datang dari mana mainan ini menjadi menumpuk di rumah. Jangan-jangan karena sering dibelikan mainan oleh kakek-nenek dan tantenya, sehingga mainan jadi bertambah banyak. 

Hmmm bingung ya kalau udah urusan dengan orang tua atau mertua yang mungkin memiliki pandangan yang berbeda dengan kita. Belum lagi anaknya yang selalu request dibawakan mainan tiap kali berkunjung. 

Jadilah aku tidak pernah membelikannya mainan. Mainan anak laki-laki sudah memenuhi rumah, yang kami batasi hanya boleh cukup 1 box yang tidak terlalu besar.

Setidaknya aku sudah memberi tahu dengan sopan bahwa mainan di rumah sudah banyak, jadi Aqlan tidak membutuhkan mainan baru lagi. Kakiku juga sering jadi korban karena tidak sengaja menginjak mainan yang berserakan. Jangan tanya rasanya gimana, sakit tapi tidak berdarah, tahu kan?
Memilih mainan anak

Untuk antisipasinya, setiap Aqlan punya mainan yang baru satu, maka aku kan mengeluarkan mainan yang lama satu. Mainan yang sudah tidak layak ini aku kumpulkan, dan ternyata bisa ditukarkan loh, seperti kita menukarkan botol bekas di pengepul.

Alhamdulillah jadi tidak mencemari lingkungan dengan limbah mainan. Kami juga melakukan sortir untuk memilah mainan mana yang layak dan yang sudah tidak layak setiap 3 bulan sekali.

Selain aku yang kadang tidak sengaja menginjak mainan, Aqlan juga pernah terpeleset saat memainkan mainan. Pemilihan mainan untuk anak yang aman ini harus jadi bahan pertimbangan agar anak tidak membahayakan dirinya saat bermain.

Karena mainan tidak harus selalu membeli, bisa dengan membuat mainan edukasi anak dari kardus atau dari barang bekas. Namun, jika Bunda ingin membeli mainan untuk anak atau dijadikan hadiah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.


Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Mainan Anak

Bijak membeli mainan anak mengajarkan anak mana yang keinginan dan kebutuhan. Apalagi anak usia 3 tahun sudah punya mainan kesukaan dan sudah bisa meminta ingin dibelikan mainan.

Namun, keinginan anak itu tidak harus kita turuti ya karena bagian dari mendidik juga. Meski hati ingin membelikan, sebaiknya kita juga bisa mengelola perasaan. 

1, Perhatikan Kemanan

Pentingnya membeli mainan anak berdasarkan usia untuk menjaga keamanannya dari hal yang berbahaya. Bayi usia 6 bulan tentu belum mengerti jika kita belikan mainan sepeda. 

Usia anak 6 bulan yang baru saja makan dan mungkin masih belajar duduk, lebih cocok dengan mainan yang merangsang keaktifannya seperti, theeter atau yang bisa merangsang stimulasi ya. Tentunya yang berbahan lembut dan tidak membahayakan

2. Perhatikan Kemasan Mainan

Sama halnya dengan memberi makanan pas anak yang kita cek kandungan nutrisinya, pada mainan juga kita bisa melihat bahan dari mainan yang aman atau tidak untuk bayi.

Perhatikan juga kemasan mainan apakah sudah rusak atau tidak layak pakai. Misalkan mainan perosotan yang membutuhkan ketahanan yang kuat sehingga bisa menopang tubuh anak. Jika kemasan sudah rusak, apalagi produknya yang rusak tentu bisa membahayakan anak saat bermain .

3. Lihat Rating dan Review dari Pembeli

Jika Bunda membelinya di toko online, perhatikan review dari pembeli. Hal tersebut bisa memandu Bunda untuk mengambil keputusan apakah mainan tersebut cocok untuk anak atau tidak.

Namun jika membeli offline, Bunda bisa menelusuri toko tersebut dengan melihat ratingnya. Biasanya juga ada review untuk toko tersebut. 

4. Perhatikan Harga

Nah, ini yang paling penting sebetulnya. Untuk kaum mendiang mending kaya aku harga ini paling menentukan. Banyak kok mainan edukasi yang terjangkau, bahannya aman dan berlogo SNI.

Maka dari itu, kita mesti cermat memilih mainan yang sesuai dengan budget yang ada, namun tetap perhatikan keamanannya.

5. Perhatikan Kualitas

Perhatikan kualitas saat akan membeli mainan agar mainan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Siapa tahu masih bisa digunakan untuk adiknya nanti atau bisa diberikan pada tetangga dan kerabat.

Kualitas mainan yang baik juga membuat anak nyaman bermain. Perhatikan dari segi kerapihan jahitan, lem dan warna. Kapan lalu Aqlan dibelikan mainan oleh tantenya, di dalam mainan tersebut ada bekas lem yang tidak rapi saling menjuntai. Pastinya sangat mengganggu kenyamanan anak. 

Toko Mainan Anak di Karawang

Ada banyak toko mainan edukasi anak di Karawang. Bunda bisa pilih sesuai dengan lokasi mainan anak terdekat.


1. Toko Donal

Toko mainan Donal ini legend banget di Karawang. Bayangkan saja, dari aku masih kecil sampai aku punya anak masih kokoh berdiri saja tokonya. Di saat usaha mainan anak sudah banyak yang gulung tikar, namun toko Donal masih setia dengan menawarkan berbagai macam mainan anak yang menarik dengan harga terjangkau.

Dulu Toko Donal yang paling terkenal dan tidaj banyak pilihan toko mainan. Sekarang toko mainan di Karawang sudah menjamur, banyak pilihan toko mainan yang beragam. Namun Toko Donal tetap jadi pilihan para orang tua membelikan mainan anak mengingat letaknya yang sangat strategis di pusat kota Karawang.

Terletak di Jl. Tuparev No. 148, Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. Cek di google map, maka Bunda akan dengan mudah menemukannya. 

2. Boboy Karawang (Dunia Mainan Anak-anak)

Sama-sama di pusat kota. Boboy terletak di Jl. Tuparev No. 100, Nagasari Kecamatan Karawang Barat. 

Toko Boboy Karawang juga lengkap menyediakan mainan anak sesuai dengan jenis usia. Ada beragam macam pilihan yang bisa diberikan pada anak. 

3. Toko Sehati Toys

Toko sehati bukan hanya menyediakan mainan tapi juga perlengkapan bayi. Di sini juga lengkap maina edukasi yang anak cari. 

Terletak di Jl. Tuparev No. 190. Buka setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. 

4. Nice So

Nice so memang bukan toko mainan, tapi ada beberapa mainan anak yang di display di sana. Mainan dengan kualitas terbaik dan harganya terjangkau.

5. Istana Mainan

Membeli mainan anak

Melipir ke daerah Rengasdengklok, di sini juga terdapat toko mainan. Istana mainan tempatnya memang tidak terlalu luas, tapi kalau cari maina yang dibutuhkan anak sudah lengkap.


Terletak di Jalan Raya Rengasdengklok lokasinya juga strategis di pasar lama Rengasdengklok.

6. Wonderland

Jika bunda menelusuri wonderland, sudah banyak yang memberikan rating dan review toko mainan ini.

Toko mainan Wonderland cukup besar dan juga terletak di lokasi strategis di jalan Raya Rengasdengklok.

7. Vida Toys

Namanya mirip namaku ya tapi bukan punyaku kok, haha. Di sini murah-murah dan lengkap. 

Terletak di Jl. Anjun Kanoman No. 3, RT. 04/11 Karawang Kulon Kecamatan Karawang Barat. 


Kesimpulan 

Bijak dalam membeli mainan adalah salah satu cara kita untuk menjaga lingkungan. Memberikan pengertian pada anak bahwa tidak semua mainan harus dimiliki. Mengajarkan anak untuk mengetahui mana keinginan dan kebutuhan.

Ada beragam pilihan toko mainan anak lengkap di Karawang yang bisa kita kunjungi. Anak pasti senang memiliki mainan baru, namun perhatikan juga mainan yang memiliki nilai edukasi dan manfaat. 

Apakah anak Ayah dan Bunda selalu minta dibelikan mainan? Bagaimana pengalaman membeli mainan anak? Yuk, sharing di kolom komentar. 


Referensi:

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/zero-waste-toys-bijak-membeli-mainan-untuk-anak/





Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe