Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

Cara Mendidik Anak Laki-laki dalam Islam. Yuk, Kita Ajarkan!

Mengajarkan anak laki-laki nilai islam

Anak merupakan amanah dari Allah yang harus kita jaga dan didik sesuai ajaran Islam. Di tengah zaman modern yang penuh tantangan ini, penting sekali untuk orang tua mendidik anak bedasarkan ajaran Rasulullah agar tidak menyimpang dari syari'at.

Menanamkan iman pada anak merupakan pondasi yang paling penting dalam dunia parenting. Anak belajar mengenal Tuhan dan mencintai-Nya.

Mendidik anak laki-laki sesuai ajaran Islam, mengarahkan anak untuk selalu di jalan yang benar dengan memahami nilai-nilai kehidupan. Tentu saja tidak mudah. Sebagai orang tua kita harus leih sabar dalam mendidik anak untuk belajar sabar. Libatkan Allah dalamemdidik anak laki-laki.


Karakter Anak Laki-laki dalam Islam

Bagi umat muslim, semuanya sudah diatur dalam Al-Qur'an termasuk cara mendidik anak laki-laki agar berkepribadian baik. Mengasuh dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Laki-laki memiliki kedudukan yang penting dalam keluarga. Sesuai dengan hadis, "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawabab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabbannya terhadap apa yang telah dipimpinnya atas mereka." (HR Muslim).

Sesuai fitrahnya, Laki-laki memang disiapkan untuk menjadi pemimpin baik di dalam keluarga maupun negara. Laki-laki mengambil keputusan dengan rasional, berbeda dengan perempuan yang lebih mengedepankan emosionalnya. Cara mendidik anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan.



Cara Mendidik Anak Laki-laki dalam Islam

Mendidik anak laki-laki yang sesuai dengan syariat Islam merupakan parenting Islam yang memang seharusnya kita terapkan pada anak.

Anak semakin cinta dengan agamanya, juga berperilaku baik sesuai syar'iat. Ilmu agama yang didapat akan menuntunnya ke jalan yang benar. 


1. Menanamkan Ilmu Tauhid

Hal yang menjadi dasar dan pondasi ketika mendidik anak laki-laki dalam Islam adalah mengajarkan Tauhid. Pertama kali ia mendengar dari Ayahnya lantunan adzan yang di bisikkan di telinganya.

Bahkan sejak dalam kandungan kita sudah mengenalkan ayat-ayat Al-Qur'an melalui murottal yang didekatkan pada perut. Rasanya menjadi tenang, Bunda tidak menjadi khawatir terkait persalinan, janin juga merespon dengan menggerakkan badannya.

Mengenalkan Allah pada anak bukan dengan paksaan, tetapi bisa mengenalkannya melalui alam semesta. Tumbuhan dan hewan sama-sama makhluk hidup ciptaan Allah. Seluruh alam semesta ini ciptaan Allah bahkan anak kita pun amanah dari Allah.

Pondasi pertama mengajarkan Islam pada anak
Beri penjelasan kalau kita tidak boleh menyakiti sesama makhluk hidup lain. Manusia memang ciptaan yang sempurna, namun bukan berarti kita boleh semena-mena terhadap makhluk hidup atau benda mati.

Kenalkan Rukun Iman dan Islam melalui sebuah lagu atau tontonan yang mudah diserap oleh anak. Lagu yang biasa aku kenalkan sama Aqlan adalah lagu Tepuk Anak sholeh. “Aku anak sholeh, rajin solat, rajin ngaji orang tua di hormati, cinta Islam sampai mati. La illaha ilallaj Muhammad Rasulullah, yesss!” 

Pasti Bunda juga familiar kan sama lagu itu? Lagu turun temurun dari aku kecil yang aku ajarkan pada anak.


2. Mengajarkan Membaca Al-Qur’an

Ini juga tidak kalah penting dengan mengajarkan membaca Al-Qur'an pada anak laki-laki. Tentunya jika usianya sudah cukup untuk belajar membaca.

Anak laki-laki lebih suka berimajinasi dan bergerak, kita bisa mengajarkannya melalui gerakan saat anak laki-laki melompat. Sebelum membaca Al-Qur'an kita kenalkan dulu huruf hijaiyah.

Tulis huruf hijaiyah di sebuah kardus, di simpan berjarak sesuai urutan atau acak, ajak anak untuk melompati setiap kardus dengan menyebutkan huruf hijaiyah tersebut. Menyenangkan bukan? Hehe

Ajak anak untuk menyebutkan huruf yang ia lompati, begitu seterusnya. Bunda juga bisa memempelkan huruf jijaiyah di tembok. Belajar membaca Al-Qur'an jadi lebih variatif dan menyenangkan bagi anak.

Dengan bisa membaca Al-Qur'an, anak punya pedoman hidup yang semuanya sudah dituliskan dalam Al-Qur'an. Pegangan semua umat Islam dalam hidupnya. Apalagi anak laki-laki yang fitrahnya sebagai pemimpin, tentunya harus bisa membaca dan mengamalkan Al-Qur'an dengan baik, agar menjadi sosok pemimpin yang adil dan bijaksana.

Sesuai harapan kami pada Aqlan sesuai namanya yang berarti bijaksana. Bunda harus bangga, karena kita sedang mendidik calon pemimpin. Insya Allah.


3. Mengajarkan Anak Beribadah

Kewajiban umat Islam adalah beribadah kepada Allah SWT. Apalagi seorang anak laki-laki yang akan menjadi imam dalam shalat juga melantunkan adzan untuk menyerukan waktu shalat telah tiba.

Mengajarkan shalat sejak dini, agar keimanannya semakin kokoh. Anak yang sudah belajar shalat lebih dekat dengan Allah dan terbiasa untuk beribadah hingga dewasa.

Menjadi pegangannya juga untuk mengontrol apa yang akan ia perbuat. Anak yang rajin beribadah akan terus mengingat Allah dalam hatinya. Itulah pentingnya mengenalkan anak laki-laki beribadah sejak dini.

Usia toodler adalah peniru ulung yang baik, maka kita selalu contohkan ketika shalat di depan anak, tidak usah memaksa anak, anak dengan sendirinya akan mengikuti setiap gerakan kita. Aqlan kalau ditanya, gimana kalau sholat? Dia akan menggerakkan tubuhnya dengan mengangkat kedua tangan untuk takbir dan sujud. Walaupun masih gerakan sederhana, yang penting dia sudah tahu apa itu shalat.

Ayah juga bisa mengajak anak laki-laki untuk pergi shalat Jum'at di mesjid atau mengajaknya ke mesjid setiap shalat berjamaah. Mengajarkan anak laki-laki kalau laki-laki akan menjadi imam dalam shalat. Sebegitu pentingnya posisi laki-laki bahkan dalam ibadah pun menjadi pemimpin.

4. Bertutur Kata Lembut

Image anak laki-laki kental sekali dengan sikap yang kasar dan bertutur kata yang tidak baik. Kita bisa tepis image tersebut dengan mengajarkannya untuk selalu bertutur kata yang baik.

Jelaskan pada anak kalau bertutur kata yang kasar akan menyakiti hati orang lain. Sedangkan bertutur kata yang baik akan menyejukkan hati orang lain. Tentu kita juga tidak ingin kan menerima perkataan yang kasar dari orang lain? Maka bersikaplah yang baik dan bertutur kata yang baik sesuai yang Rasulullah ucapkan.

Dimulai dari rumah untuk tidak berkata kasar paad pasangan. Mungkin maksudnya bercanda, tapi itu bisa dianggap anak jadi hal yang wajar berbicara pada orang lain. Maka, Ayah dan Bunda juga harus berbicara yang baik satu sama lain agar menjadi contoh tauladan bagi anak bagaimana untuk berbicara yang baik.


5. Sikap Sederhana

Ajarkan anak untuk selalu bersikap sederhana, tidak berlebihan. Dalam berpakaian tidak perlu mewah apalagi membeli banyak baju yang tidak dibutuhkan. Menggunakan baju yang rapi dan masih bisa digunakan.

Kita juga bisa ajarkan anak untuk bersedekah dengan memberikan mainan atau baju yang sudah tidak terpakai lagi atau berbagi makanan. 

6. Menjadikan Karakter Pemimpin

Parenting islami menjadi karakter pemimpin
Karakter pemimpin pada anak laki-laki tidak lahir begitu saja, tetapi perlu kita asah. Bukan sekedar menjadi “ketua” namun menjadi motor penggerak dalam mengambil keputusan.

Ceritakan tokoh-tokoh pemimpin dalam Islam yang bisa menjadi tauladan bagi anak. Bagaimana kehidupan dan cara memimpinnya. Kelak anak laki-laki akan menjadi pemimpin keluarga dan negara di masa depan.

Seorang pemimpin harus memiliki sifat Siddiq (benar), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fathonah (cerdas). Kita bisa menceritakan kisah-kisah sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Diantaranya ada Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khathtab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Sa'id bin Zaid, Abdurrahman bin Auf, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.


7. Tanamkan Rasa Syukur

Jadikan anak laki-laki yang pandai bersyukur. Setiap mendapatkan hadiah ajarkan untuk selalu mengucapkan terima kasih.

Ajarkan untuk selalu bersyukur setiap bangun pagi masih bisa menghirup udara yang segar dan diberikan kesehatan. Setiap apa yang terjadi selalu bersyukur meskipun di mata orang lain mungkin terlihat tidak sempurna.

Dengan bersyukur semakin menebalkan keimanan pada anak. Bisa dimulai dari hal-hal yang kecil.

Kesimpulan  

Mendidik anak laki-laki 3 tahun dalam Islam sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah. Mendidiknya dengan mentauladani sifat-sifat yang ada pada Rasul.

Mendidik anak laki-laki juga berarti sedang mendidik calon pemimpin, baik dalam agama, keluarga maupun negara. Sebegitu pentingnya peran laki-laki yang akan menjadi pemimpin untuk banyak umat. 

Dimulai dengan menanamkan ilmu tauhid dalam dirinya hingga hal-hal yang bersifat terpuji. Selanjutnya baca juga artikel tentang Cara Mendidik Anak Laki-laki agar Menjadi Penurut. Sudahkah Ayah dan Bunda mendidik anak laki-laki menurut Islam? Yuk, sharing di kolom komentar yaaa.



Referensi:

  1. Jangan Salah, Ma! Ini 9 Cara Mendidik Anak Laki Laki Menurut Islam - https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/ninda/cara-mendidik-anak-laki-laki-menurut-islam
  2. Yuk Amalkan! 9 Cara Mendidik Anak Ala Rasulullah - https://yatimmandiri.org/blog/parenting/mendidik-anak-ala-rasulullah/

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe