Trading dan Investasi
ad1
Zona Dewasa
Sebelum Memulai, Yuk Pahami Dulu Tujuan Toilet Training!
Siska Lihe
Juli 05, 2024
Ahhh ngapain sih toilet training segala, nanti juga anaknya bisa sendiri kok, nggak usahlah ngikutin tren toilet training.Pernah denger ada statement seperti itu? Mungkin di sekitar kita masih banyak yang beranggapan kalau mengenalkan toilet training adalah sebuah gaya barat yang percuma kita terapkan pada anak. Bisa jadi, orang yang berbicara seperti itu belum paham apa tujuan dari toilet training.
Menganggap anak akan bisa buang air kecil sendiri nantinya jika sudah besar tanpa harus dilatih. Padahal anak buang air kecil itu tidak terjadi secara naluriah, harus diajarkan dan diarahkan agar anak menjadi terbiasa.
Toilet training ini merupakan tahapan parenting yang artinya melatih anak agar bisa buang air kecil di toilet. Prinsipnya tidak harus anak sampai bisa menyelesaikan tugasnya sendiri hingga membersihkan bagian tubuh yang penting, minimal anak tahu kalau buang air kecil itu di toilet, bukannya mengompol di celana.
Toh tujuan toilet training ini juga untuk tahapan perkembangan anak. Anak yang dilatih toilet training akan merasakan manfaatnya begitu pun kita sebagai orang tuanya.
Mungkin tidak semua Bunda yang mengetahui tujuan dari toilet training. Sebelum kita memulai toilet training training, Bunda bisa pahami kembali tujuan melakukan toilet training pada anak. Sehingga Ayah dan Bunda tidak menjadikan proses ini sebagai sebuah beban yang melelahkan.
Tujuan Mengenalkan Toilet Training pada Anak
Usia anak 2 tahun ia sudah mulai merasakan keinginannya untuk mandiri. Perhatikan deh Bun, di usia segitu anak pengen melakukan sesuatu sendiri kan? Bahkan bisa juga dari usia 1 tahun keinginan itu sudah tumbuh.Aqlan dari satu tahun pengen makan sendirian tidak mau aku bantu, pengen megang gayung sendiri kalau mandi, dan lain sebagainya banyak yang ia ingin eksplor. Rasa kemandirian itu terus bertumbuh hingga usianya 3 tahun.
Saat usia 2 tahun itulah aku memanfaatkan momen yang tepat untuk mulai melatih toilet training karena menunjukkan kesiapan toilet training, akhirnya aku latih Aqlan dengan tujuan sebagai berikut:
Dari mulai lahir saja sudah kita kenalkan dengan ASI, beranjak satu tahun ia mulai berjalan juga kita bantu anak berjalan untuk bisa menyeimbangkan tubuhnya.
1. Bagian Dari Perkembangan Anak
Seperti yang aku jelaskan tadi, bahwa anak usia toodler masih butuh stimulasi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.Dari mulai lahir saja sudah kita kenalkan dengan ASI, beranjak satu tahun ia mulai berjalan juga kita bantu anak berjalan untuk bisa menyeimbangkan tubuhnya.
Begitu juga saat anak mulai belajar buang air kecil sendiri. Melatih anak agar terbiasa buang air kecil di toilet. Proses melatih anak buang air kecil termasuk bagian dari perkembangan anak yang menunjukkan bahwa anak menunjukkan sisi responnya.
Milestone setiap anak emang berbeda, tapi penting bagi kita untuk terus menstimulasinya. Dari melatihnya kan kita bisa analisis apakah anak tertarik untuk belajar melepaskan celana dan memakainya, belajar untuk ke kamar mandi sendiri dan lain sebagainya yang tidak bisa terjadi begitu saja.
2. Melatih Kemandirian Anak
Tentunya setiap anak tumbuh dengan kemampuan baru yang ia miliki. Anak juga bertumbuh dan akan memasuki babak selanjutnya.Menghadapi pra sekolah, tentunya ada beberapa yang perlu kita latih agar anak menjadi mandiri. Dimulai dari buang air kecil di toilet. Anak tidak kaget lagi jika ingin buang air kecil saat di sekolah.
Jika sudah terbiasa, ketika memasuki sekolah nanti anak sudah bisa buang air kecil di toilet sekolah. Anak berani dan tidak takut menggunakan toilet sekolah.
3. Mengurangi Penggunaan Popok
Penggunaan popok dalam jangka panjang bisa membuat infeksi dan ruam pada bagian kulit bayi. Menghindari anak dari ruam popok yang mungkin akan terus terjadi jika anak masih menggunakan popok.Selain itu, jujur saja sudah mulai berasa beli popok terus-terusan, hehe. Belum lagi susu dan skincare-nya pengeluaran semakin membengkak. Tidak mau beli popok terus menerus, aku mulai melatih anak menggunakan celana dalamnya.
Ketika sudah lepas popok, Alhamdulillah keuangan tidak terlalu banyak pengeluaran. Keuangan keluarga aman, jadi lebih hemat.
4. Membiasakan Anak Menggunakan Celana
Tujuan toilet training yang aku lakukan juga aku ingin membiasakan penggunaan celana dalam anak. Anak juga belajar menurunkan dan menaikkan celana.Saat akan pipis, aku coba belajar juga untuk menurunkan celananya. Anak belajar melepas sendiri lalu menggunakannya kembali setelah selesai. Anak juga jadi berkonsentrasi saat menggunakannya.
5. Mengurangi Sampah Popok
Tidak dapat dipungkiri, penggunaan popok yang banyak bisa menjadi sampah lingkungan. Mencemari lingkungan dengan sampah yang sulit terurai seperti popok.
Popok sekali pakai dalam sehari bisa 3-5 popok. Bayangkan kalau sampah popok ini terjadi setiap hari terus menerus. Kalau tidak bisa mengolahnya, tentunya kita akan menjadi penghasil sampah popok setiap hari.
Maka dari itu, mengurangi pemakaian popok terlalu lama membuat kita tidak mencemari lingkungan lebih banyak lagi.
Setelah mengetahui tujuan toilet training, maka apa saja output yang bisa anak dapatkan?
Output yang Dihasilkan Dari Melatih Toilet Training
Lamanya proses toilet training bisa berbeda setiap anak. Tapi, dari toilet training ini anak akan belajar banyak hal.Anak perempuan lebih tertarik untuk dilatih toilet training. Makanya lebih cepat melatih anak perempuan dibanding dengan anak laki-laki.
Meski anak sudah menunjukkan kesiapannya, kadang tanda itu tidak bertahan lama, artinya anak mudah berubah keesokan harinya. Kalau anak tidak mau kita latih, tidak usah dipaksa. Bisa kita coba keesokan hari lagi.
1. Memiliki Rasa Tanggungjawab
Anak akan memiliki rasa tanggungjawab bila mengompol. Jika sudah terbiasa melatih toilet training, ketika anak mengompol ia akan berusaha untuk tidak melakukannya.Ia akan bertanggungjawab dan merasa sedih jika belum berhasil. Hal itu terlihat pada Aqlan. Padahal aku tidak pernah memaksanya, tapi pada suatu waktu dia merasa kecewa sudah mengompol dan mengelap ompolnya sendiri.
Perasaan merasa harus bertanggungjawab anak akan miliki jika kita latih toilet training. Sehingga ia akan bersikap suportif untuk mengikuti arahan kita
2. Mengenal Bagian Tubuh dan Fungsinya
Melatih toilet training juga bagian dari mengenalkan tubuh dan fungsinya. Bahwa hanya dirinya saja yang berhak memegangnya, katakan bahwa tidak boleh ada orang lain yang boleh menyentuhnya.
3. Anak Memiliki Keterampilan Menggunakan Toilet
Tahu nggak Bunda kalau anak itu senang sekali setiap memiliki keterampilan baru. Mungkin pertama kali mengenalkan toilet terlihat kaku dan aneh. Tapi, lama-kelamaan kegiatan tersebut membuat anak senang karena sudah bisa menggunakan toilet.
"Mbun...Aqlan bisa! Yeaayy!" Teriaknya antusias ketika berhasil buang air besar di toilet. Padahal sebelumnya dia menangis tidak mau aku ajak ke toilet.
Anak juga belajar, jadi kalau salah ataupun Tidka mau kita sebagai orang tua tidak perlu marah apalagi memaksanya. Kalau kita sabar, anak juga akan mengikuti yang kita instruksikan.
4. Anak Lebih Mandiri Secara Nyata
Ketika berhasil toilet training, kemandirian anak terlihat semakin nyata karena berhasil menyelesaikan buang air kecil dan besar di toilet.
Kemandirian itu akan mengantarkan anak untuk lebih siap sekolah dan semakin mengasah kecerdasan otaknya.
5. Anak Jadi Percaya Diri
Berhasil dilatih toilet training anak juga semakin percaya diri jika sedang pergi jalan-jalan atau kita ajak ke kondangan, hehe.
Kalau masih dilatih memang anak akan tidak nyaman atau merasa gelisah jika bukan toilet di rumah yang digunakannya. Anak merasa gelisah jika pergi jalan-jalan dan keinginan buang air kecil itu muncul.
Namun setelah terus dilatih dan berhasil, anak jadi lebih percaya diri. Waktu kami berhenti di rest area, Aqlan dengan percaya dirinya bilang, "Mbun, Aqlan mau pipis dong."
Kesimpulan
Sebelum kita melatih toilet training, ada baiknya kita pahami dulu tujuan toilet training ini untuk apa, agar ketika kita merasa lelah, tujuan toilet training jadi motivasi agar tidak menyerah di tengah jalan.
Kebanyakan gagal toilet training ini karena orang tua yang masih belum siap untuk melatih anak. Jika orang tua sudah siap, anak juga responsif, maka output yang dihasilkan dari toilet training akan memudahkan pengasuhan kita selanjutnya.
Semangat yaa untuk para orang tua yang sedang melatih kesiapan toilet training pada anak. Selanjutnya baca juga tentang Cara Melatih Toilet Training Anak di Malam Hari.
Referensi:
- Pengaruh Toilet training pada Kemandirian Anak -https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2529/pengaruh-toilet-training-pada-kemandirian-anak
- Pentingnya “Toilet Training” Bagi Seorang Anak Pada Usia Dini - https://pintukamarmandi.com/pentingnya-toilet-training-pada-anak/
- Toilet Training: Ini Pengertian, Manfaat dan Persiapannya - https://jurnalbunda.com/toilet-training-adalah/
- Buku Edukasi Toilet Training pada Ibu dengan Anak Usia Toodler karya Hamidatus Daris S. S.Kep, Ns., M.Kep dan Endri Ekayamti, S.Kep, Ns., M.Kep.



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...